Minggu, 01 Februari 2009

... i lost my wallet ...

hua...

dalam 2 hari berturut-turut aku kehilangan dompetku.

jadi gini,
sebulan yang lalu, aku beli dompet di indomaret, warna ny krem gitu. Dompet ny super tipis, rencana mo Q pake buat naruh sim, ktp, ples stnk ama kartu atm doank distu,. karena dompet2 yang aku punya warna item smua, dan baru kali ini aku punya dompet warna krem, baru pula, makanya Q bawa dia kemana aja aku pergi.
Nah, mungkin karena itulah, dompet2ku yang lain pada ngambek udah gak aku pake lagi. Mereka smua (5 dompet dengan warna item smua), melakukan aksi yang super gila. Nyulik dompet krem-ku.

hari senin, tgl 29 des 08,
waktu aku mau berangkat kerja, seperti biasa nya. Nyiap2in isi tasku. paling2 isinya cuma dompet, handphone ples tas kosmetikQ. waktu aku cek, cuma satu yang kurang, dompetku belum masuk tas. akhirnya aku cari di kamar, gak ada. di ruang keluarga, gak ada. di ruang tamu, gak ada. di kamar bapakQ, gak ada. pokoknya smua ruangan gak ada. teriak lah aku, "dompetku dimana????"
iah, akhirnya satu rumah pada nyari. gak ada yang nemuin. hampir nangis gila aku dompetku gak ketemu. aku dalam hati bilang, kalo dompet nya ketemu, Q akan nikah ma mas aan :D,,, e.. tiba2 aja nih ya.. aku langsung menuju kamarku, ngambil tu dompet di tasku yang satu nya... ketemu dah

hari jum'at, tgl 2 jan 09,
pas aku mo pulang kerja, ngecek isi tas lagi. handphone ok. laporan keuangan ok.
loh??? loh??? dompet ku mana????
wadouh, aku juga gak inget tadi pagi masukin tu dompet ke tas ku apa gak juga ga tau,, dengan masih sok tenang, nyari di almari mejaku, ok gak ada. nyari di tumpukan2 file2ku, ok gak ada,. masih sok cool, karena gak mungkin teriak di kantor, palage masih ada keluarga pak bos, apa kata dunia???
trus, aku berpikir, ouh, mungkin ketinggalan dirumah. pulang-lah aku kerumah. dalam perjalanan, sungguh ironis, ketemu ma pak polisi yang lagi berdiri ngatur lalu lintas, deg2an jantungku. ni jangan2 polisi nya tau aku gak bawa dompet (dibaca: sim, stnk, ktpQ ada dalam dompet) , trus dimasukin penjara.. wadouh...
nyampe rumah, langsung de teriak, "dompetku gak ada", iah... satu rumah nyariin lagi.
bapak : " dasar, dari kemaren kehilangan dompet mulu. kalo ketemu tar, tu dompet di rantai di telinga mu biar gak ilang2 lagi"
mbakQ : " makanya, kalo punya dompet tu tiap malam di kasih sesajen, biar g ilang gini."
dalam hati, aku berkata lagi, kalo ketemu ni dompet, aku benar2 akan nikah ama mas aan.
adekQ : diam seribu bahasa, langsung ngrebut tasku, buka tasku, ngobok2 tasku, and then dengan kemenangan 1-0 dia nunjukin dompet warna krem bertenger tepat di tasku bag dalam yang dari tadi gak aku cari-gak tau kenapa, jadi ga inget kalo tas ku ada bagian dalam nya lagi.. wkwkwkwk-trus nih ya.. adekQ langsung nglempar dompetku ke lantai, langsung nginjak2 dompetku dan berkata, "emang ni dompet perlu di injak2 dulu, biar gak banyak tingkah. Nunjukin siapa yang berkuasa,, hohohohohoho"


ps: gara2 mas aan ,, dompetku bisa ketemu :D

otakugigakonsentrat-agi

hm...
kemren hardisk,,
trus laporan keuangan,,,

sekarang, tanda terima kuitansi ilang,... disappear !!!
jangan2 ni kantorQ ada penghuninya kali iah,, perlu sesajen biar barang2Q g ilang... atau orangnya ndiri yang punya penyakit ceroboh, slalu lupa naruh barang2 nya dimana??? alias Q sendiri hohohohoho...

um,, semakin Q sadar dan kuteliti,, smua barang2Q mulai hilang setelah ruanganQ saat malam dipake ama penjaga kantor,, yang bilang,, "mau chatting tyas"..wadouh... smoga barang2Q yang ilang kaya pulpen, cutter, spidol, trus penggaris dll, yang udah ilang, tapi Q cuekin karena barang2 yang kecil,, g dijual ama tu penjaga kantor..

untung ni kuitansi g begitu penting cuma nunjukin uang 200ribu yang notabene buat pak bosQ yang kaya raya serasa uang 50ribu,,, dan bisa diumpamakan uang 200 ribu itu kayak upil yang kluar dr hidung nya,, loh???

otakugigakonsentrat 2

iah,, seperti nya Q perlu di charge..
sejak tadi bangun hingga siang ini,, pikiranQ tak berarah. Malas melakukan kegiatan apa-pun (exp. online,, hohohoho). Berbicara pun nglantur. Konsentrasi Q menurun, jadi ingat iklan mizone (ah, entah nyambung atw tidak).
salah satu pembuktian beberapa orang yang menjadi korban keanehanQ hari ini.

orang pertama, mbakQ yang baeg hati..
setelah Q kehilangan laporan keuanganQ dikantor, entah kenapa Q telp kerumah.
tyas : "Assalamu'alaikum. mbak,, mbak (dg suara yang sedih dan gemetar)"
mbakQ : "no opo,, no opo-artinya ada pa ada apa(ikut2 gemeteran)"
tyas : "masuk-o ke kamarQ (dengan suara yang masih gemetar)"
mbakQ : heh?? lha emang`e ono opo nang kamarmu??-artinya emangnya da apa dkamarmu? (semakin bingung dan tak tahu menahu apa yang terjadi)
tyas : "tulung, carike kertas nang nduwur mejo kamarQ, ono laporan keuangan ra? -artinya tolong, carikan kertas di atas meja kamarQ, ada laporan keuangan gak? (capek juga mengartikan dalam dua bahasa begini)
mbakQ : "yo...."
tut... tut... tut...
bah,, langsung dimatiin ni telp ama si mbakQ. humfh
.... emang dia tahu laporan keuanganQ bentuk ny kayak gimana??wong kerjaan dia ibu rumah tangga yang tahu nya masak pegang wajan karo panci. hehehehe

tak berselang,,
mbakQ sms,, dan kata yang kubaca dilayar hapeQ cuma kata ono (ada). segera dah Q telp lagi mbakQ, dalam batin, wah....... mbakQ hebat, baeg hati pula.
tyas :" ono mbak?? syukur deh. (dengan perasaan senang dan bahagia)
mbakQ : " he eh ono, sak lembar to?? dari tgl 7 okt amp
e 9 okt?"
tyas : @%$#*^(&$#*(%%#$(%$
tyas : " wadouh mbak,, bukan itu!!!!! laporan ny per bulan ogh... (hilang lah perasaan bahagiaQ)"
mbakQ : "mbuh, ra weroh-artinya g tau. "
tut... tut.... tut....


he?? kedua kali nya Q telp dimatikan secara sepihak, dan dengan gantungan kata2,, ouh mbakQ yang baeg hati..

Tunggu!!!! ini Q yang aneh atw mbakQ yang aneh???

okelah, bukan masalah, karena sebenarnya laporan keuanganQ hilang dikantor bukan dirumah. humfh,,


orang kedua, ehem ehemQ.

siang ini Q ngobrol ama dia di ym,, percakapan-percakapan biasa pun terjadi hingga akhirnya pikiranQ sedikit aneh..
berikut potongan kata2Q di ym.


ngomong2 kliatan kagak tuh tulisan nya??
iah, itu hanya sedikit kata2 anehQ yang Q sendiri tak tahu apa maksud dan tujuan nya.

smoga hanya berlangsung hari ini saja... Amien,,

okeih,,
cukup sekian dan terima kasih,..

otakugigakonsentrat

pagi2 udah bikin keonaran..
teriak sana sini,, mencari laporan keuanganQ yang entah kemana ilang tak berbekas, dan bodohnya ni otak juga ga ngasih sinyal tanda2 jejak dimana Q meletakan laporan keuanganQ.
rasanya hidup ko jadi hampa





uh tidak,, apa yang harus kulakukan?? saat ini yang kulakukan adalah menenangkan diri sendiri. Setelah tenang, semoga otakQ bisa ku ajak kerja sama mengingat dimana Q meletakkan kertas yang begitu penting, .
ada yang mo bantuin Q nyari gak??

... betapa mulianya wanita ...

Aku dapet email dari mbak suryati,,
Makna Sebuah Cinta dan Tanggung Jawab
oleh Jonilis_effendi


------------ ---

Adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang perempuan yang sudah menikah selain dari menjadi seorang ibu? Menjadi ibu bukan hanya lantaran alasan bilogis semata, tapi jauh dari itu adalah kesungguhan untuk membuktikan cinta yang paling agung. Lekatan cinta antara ibu dan anaknya tak akan pernah dapat dilerai oleh apapun walau sekaliber maut sekalipun. Manusia mana selain daripada Nabi Adam yang tidak memiliki ibu?

Sungguh, setiap kali menyebut “ibu” membuat dada ini bergetar, ada nuansa sejuk yang mendamaikan. Ya, ada cinta di sana dan tumpuan kasih sayang seperti aliran sungai dari gunung yang tak akan pernah kering menuangkan air cinta itu ke muara yang dahaga.

Ibu menjadi simbol akan makna cinta sejati, lautan kasih sayang yang tak pernah mengenal kata tepi. Sungguh, setiap membaca kisah “ibu-ibu” yang lain, dalam pembuktiaan akan makna lautan cinta itu membuat bola mata ini terasa panas dan dada bergemuruh pada kerinduan yang membuncah. Ibu, di dekap dadamu bersemayam semua kedamaian.


Dadamu selalu lapang bagi semua keluh-kesah anakmu yang mencari pengakuan yang di luar sana selalu menjadi bahan cacian dan ejekan kebengisan dunia. Tak ada cinta yang mampu menandingi cintamu. Dan sebesar apapun bakti kami, namun itu tak akan mampu menebus setetes air susu yang engkau aliran dari tubuhmu yang menjadi darah daging di tubuh kami.


Dan wahai para ibu, beruntunglah karena Allah dan rasul-Nya telah menempatkan posisimu penuh dengan untaian mutiara kemuliaan yang tak ada tanding dan bandingnya. Percayalah keniscayaan pada kemuliaan hati itu akan mendapat imbalan yang setimpal, bahkan lebih dari segala kemuliaan yang pernah disematkan kepada orang-orang pilihan dari pengikut agama hak ini. Berikut ini untaian bingkisan cantik untuk para ibu.


Aisyah ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, siapakah yang lebih besar haknya terhadap perempuan? Jawab Baginda Saw, "Suaminya." "Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah Saw, "Ibunya."


Perempuan apabila salat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga dari mana saja yang dia kehendaki.


Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah Swt memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).

Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Swt mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 keburukan.


Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Swt mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah Swt.


Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ketika ibunya melahirkannya. Ibu yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.


Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.


Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1000 lelaki yang jahat. Dua rakaat salat perempuan yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat salat perempuan yang tidak hamil.


Saya membaca sebuah feature di harian lokal (Riau Pos) yang begitu menyentuh. Kisah seorang ibu yang bekerja sebagai buruh operasional kebersihan (OP) Kota Pekanbaru. Memang sudah lumrah adanya, bahwa para pekerja PO itu sebagian adalah perempuan.

Dan kita hampir setiap hari akan mendapati mereka sedang bekerja menyapu trotoar, merapikan taman-taman kota, mengumpulkan sampah-sampah di jalan dan pasar sampai harus memandikan lutut mereka di dalam air got yang begitu tak enak baunya. Mereka melakukan itu dengan kesungguhan dan seakan-akan tak pernah memperdulikan tatapan mata orang-orang yang kebetulan lewat atau sengaja memperhatikan mereka bekerja.

Ibu itu bernama Ginawarti (40-an), ibu dari lima orang anak, isteri dari seorang yang tak tetap pekerjaannya dan lebih banyak sebagai pengangguran, dan hanya tamatan sekolah dasar. Sebuah biografi yang lumrah kita dapati pada pekerja kasar seletingan dengan pekerjaan ibu Ginawarti karena memang pekerjaan seperti itu tidaklah menuntut skil yang mempuni, cukup berbekal kemauan dan tahan untuk mendapat perhatian yang tidak semestinya ketika bekerja. “Asal dapat bekerja dan anak-anak bisa makan, cukuplah,” pengakuannya polos.


Namun bukan itu yang membuat tulisan Pak Muslim Kawi (seorang jurnalis senior di Riau) terasa hidup dan patut dibaca. Agaknya kejelian dan insting jurnalis mantan ketua PWI Riau itu bisa menangkap ada sisi humanisme yang luar biasa dari sosok ibu kita ini.

Ketika itu, tubuhnya yang taklah begitu berisi, muka pucat dan penuh bermandi peluh, sekali-kali dia berdiri memegangi perutnya yang sakit, bahkan untuk duduk saja waktu akan diwawancari perempuan perkasa itu harus dibantu oleh temannya. “Walau sakit ginjal sudah beberapa tahun, obatnya berendam di air parit saja,” ibu itu tersenyum pucat menyembunyikan rasa sakitnya di balik ketegarannya. Dengan gaji 22 ribu per hari, dia harus memberi makan 3 orang anaknya (2 orang sudah menikah).


Tentulah gaji sebesar itu tidaklah cukup memenuhi kebutuhan keluarga apalagi suaminya sudah lama menganggur. Karena cinta dan tanggung jawab untuk membantu menopang keberlangsungan keluarga, rasa sakit menahun itu ditahan-tahannya. Ibu, cinta itu adalah hanya milikmu dan bakti anak-anakmu tak akan pernah mampu menandingi.


Setelah membaca kisah ibu pekerja OP itu, mata ini berkaca-kaca. Ada rindu yang tiba-tiba menyeruak di dada. Pikiran ini dengan cepatnya membaca raut muka yang pucat dan sering bermandi peluh milik dari seorang perempuan yang teramat saya cintai. Beliau tidak pernah mengeluh akan penyakitnya, rematik dan nafas sesak, walau hampir setengah hari bermandi panas mentari di tengah sawah, kadang-kadang ketika rombongan kelalawar sudah berbondong menyongsong malam baru tubuh letihnya menghampiri pintu rumah.


Belum lagi urusan rumah yang tak pernah selesai oleh dua orang anak perempuannya, dan aku biasanya tak pernah memikirkan pekerjaan rumahan. Namun beliau masih tetap turun tangan, dan kepayahan itu tetap melekat di tubuhnya yang semakin rapuh yang bertambah-tambah sampai detik ini. Ah, ibu, kapan anakmu ini mampu membalas setitik air susu kasihmu dan menyenangkanmu dari semua kesusahan yang menyesakkan itu?

Tik, air bening itu merembes dari pelupuk mata ini yang terasa disulut bara ketidaksanggupan untuk membuktikan cinta ini kepadanya. Doakanlah anakmu ini ibu agar bisa segera mampu membalas lautan cintamu.


Dan cinta untukmu Ibu tak akan pernah tergantikan